Kamis, 06 Desember 2012

Ali Shariati Sang Ideolog Revolusi Islam


Ali Shariati
Sang Ideolog Revolusi Islam
Karya: M.Subhi-Ibrahim
Oleh: Agus Mauluddin, Sosiologi Semester IIIA (copiright)
Sebuah Resensi Metodologi Studi Islam





Ali Shariati (1933-1977)
Ali Syariati seorang sosiolog Iran. Lahir pada tanggal 24 November 1933. Pemikirannya terpengaruh oleh ayahnya sendiri, Muhammad Taqi. Muhammad Taqi adalah seorang Mulla/ulama modernis. Ayahnya yang pertama mengajarkan tentang seni berpikir dan seni hidup manusia.
Tahun 1941 Shariati masuk sekolah tingkat pertama di sekolah swasta Ibn Yamin. Di sekolahnya, Shariati bersifat “mendua” jika sudah berada di kelas ia ingin keluar, tetapi ketika sudah berada di luar ia ingin ke kelas. Ia seorang pendiam, tak mau diatur, namun rajin. Ia pun jarang mengerjakan PR, meskipun demikian di rumah ia adalah seorang kutu buku. Bersama ayahnya, Shariati banyak menghabiskan waktu membaca di perpustakaan ayahnya, yang mempunyai 2000 koleksi buku. Karya Vickor Hugo, Les Miserables, dalam terjemahan Persianya, telah ia lahap sejak di sekolah dasar.
Mistisme dan Filsafat dikenal shariati ketika menginjak bangku sekolah menengah atas. Saat itu, sebenarnya shariati lebih meminati sastra, filsafat dan kemanusiaan ketimbang ilmu sosial dan ilmu keagamaan. Shariati mengaku bahwa ketertarikannya pada filsafat dipicu oleh sebaris kalimat Maeterlinck yang berbunyi, “Bila kita meniup mati lilin, kemanakah perginya nyala lilin itu?”
Shariati mengalami krisis kepribadian antara tahun 1946-1950 karena terlalu dini mengenal tulisan-tulisan barat, seperti yang sudah di paparkan di atas. Bahwa sejak sekolah dasar, shariati sudah dikenalkan dengan tulisan-tulisan dan bacaan-bacaan “berat”. Hal itu membuat keyakinan religiusnya terguncang. Kegelisahan dan keraguan menyelimuti Shariati, krisis keimanan yang akut melanda sukmanya. Baginya, eksistensi tanpa Tuhan begitu menakjubkan, sepi dan asing, hingga kehidupan ini menjadi suram dan hampa. Di ujung kegamangannya ia berkesimpulan bahwa kebuntuan pemikiran yang dihadapinya hanya dapat diselesaikan dengan jalan bunuh diri atau gila. Skeptisme filosofis mengantarkan Shariati berhadapan dengan maut. Di tepi jurang pergolakan pemikiran yang mengancam hidupnya tersebut, Shariati tertolong oleh Matsnawi-nya Rumi. Rumilah yang menyelamatkan Shariati dari kehancuran diri.
Pada tahun 1950, setamat dari sekolah menengah, Shariati masuk Kolese Pendidikan Guru (Danisysaray-i Tarbiyat-i mu’allim) di Mashhad, yang dijalaninya sembari mengajar. Pada masa ini, akhirnya Shariati mencapai titik kematangannya dalam pencarian eksistensi, yaitu ketika ia lulus dari Kolese tersebut pada tahun 1952. Shariati yakin bahwa Islam merupakan medium epistimologis untuk mencandra kehidupan, baik individual maupun sosial.
Gejolak politik di Iran menyeret Shariati ke gelanggang politik. Ia aktif dalam berbagai organisasi-organisasi. Cita-cita politik Shariati adalah membebaskan rakyat Iran dari penindasan rezim Shah Iran yang korup.
Tahun 1955, Shariati secara resmi menjadi mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Mashad. Kecerdasan intelektual dan ketajaman intuitifnya menjadikan Shariati populer di kalangan politikus dan intelektual. Shariati pun pernah dipenjara bersama ayahnya karena gerakan-gerakan yang dilakukan Shariati dan sebulan kemudian Shariati dibebaskan.
Cinta Shariati bersemi semasa di Universitas Mashhad. Pertemuannya dengan Puran-e Syari’at Razavi berlanjut ke pelaminan. Kedua insan itu menikah pada 15 Juli 1958 di Mashhad. Selang lima bulan kemudian, Shariati meraih gelar BA Sastra Persia. Selanjutnya, berkat prestasi akademiknya, ia mendapat beasiswa untuk studi ke Sorbonne. Tahun 1959 ia berangkat ke Paris meski tak disertai istri dan puterinya (Ehsan) yang baru lahir, yang menyusul satu tahun kemudian.
Di paris ia dipengaruhi pemikiran Fanon dan merupakan salah satu tokoh yang sangat dikagumi Shariati. Ide Fanon yang meresap pada karakter berpikir Shariati adalah komitmen pembebasan dunia ketiga dari penindasan, kolonialisme, dan imperialisme.
Shariati aktif menulis, baik berbentuk terjemahan, prosa, puisi, artikel sosial politik dan kebudayaan, jurnal mahasiswa iran di Perancis kerap menerbitkan tulisan-tulisan Shariati. Nama Pena yang sering digunakan Shariati dalam berbagai tulisannya, adalah syam, yang dalam bahasa Persia berarti lilin.


Konsep Qabil dan Habil
            Qabil dan Habil dalam sebuah riwayat atau dalam mitologi drama kosmik adalah seorang anak Adam, yang mempunyai saudara kembar. Baik Qabil maupun Habil mempunyai adik perempuan. Adik perempuan masing-masing akan dinikahkan dengan sistem nikah silang. Adik perempuan Qabil cantik jelita, sedangkan adik Habil tidak seperti adik Qabil. Secara sistem silang bahwa Qabil dinikahkan dengan adik Habil dan Habil dengan adik Qabil. Akan tetapi Qabil tidak bersedia karena tahu bahwa adiknya sendiri lebih cantik daripada adik Habil, dan Qabil ingin menikahi adiknya. Menanggapi hal itu, maka adam membuat suatu kesepakatan, bahwa yang Korbannya di terima maka ia yang akan menikahi pasangan yang diinginkannya. Korban Habil lah yang diterima oleh Allah dengan korban dari hasil menggembalaan, sedangkan korban Qabil tidak diterima dengan hasil pertanian.
Pada akhirnya Qabil tidak menerima kenyataan itu dan memutuskan membunuh Habil. Thing tersebut merupakan sebuah simbol, bahwa sebenarnya pembunuhan itu terjadi secara esensial bukan semata-mata karena wanita. Akan tetapi disana nampak struktur sosial dan konflik sosial, dalam artian Qabil diidentikan dengan pertanian dan Habil diidentikan dengan pengembala. Ketika Habil dalam bidang penggembalaan tidak perlu memerlukan modal yang besar, dalam artian untuk makanan ternak pun bisa diperoleh dari alam. Jika Qabil dalam bidang pertanian, dalam proses bertani pun begitu tidak sederhana, dari mulai memelihara, memberi pupuk, memanennya. Maka disana sebagai simbol, ketika Korban Qabil tidak diterima, karena Qabil tidak memberikan yang terbaik dalam artian lebih menyisakan untuk dirinya sendiri karena merasa dalam prosesnya pun tidak sederhana. Jika dielaborasikan lagi bahwa Ali Shariati disini bisa dikatakan mempunyai esensi konsep yang sama dengan Karl Marx. Dalam teori Karl Marx kita mengenal dengan Kaum Borjuis dan Proletar. Nah ekuivalennya yaitu konsep Qabil dan Habil.
Qabil diartikan sebagai kaum borjuis, penguasa, pemilik modal, sedangkan Habil diartikan sebagai kaum Proletar, yang dikuasai. Kenapa bisa dikatakan seperti itu? Tatkala melihat mitologi drama kosmik tadi, sebagai simbol bahwa dalam kutub Habil keadaannya bisa dibilang sosial tinggi, tidak adanya “pemetakan-pemetakan”, kepunyaan bersama. Berbeda dengan kutub Qabil, yang mulai adanya “pemetakan-pemetakan”, pembagian lahan—tanah, kepemilikan sendiri-sendiri, adanya persaingan-persaingan. Hal tersebut menurut Shariati adanya pergeseran dari kutub Habil ke kutub Qabil dan “nanti” akan kembali lagi ke kutub Habil. Dan menurut Shariati hal tersebut bisa terjadi jika adanya suatu revolusi. Dan kembalinya kepada kutub Habil yang indikatornya kehidupan bersama, tidak adanya individualisme, kepemilikan sendiri, masyarakat yang harmonis dan itu pula menurut Shariati sebagai masyarakat ideal.
Konsep Dialektika Sosiologi
Konsep dialektika sosiologi secara epistemologi—mitologi drama kosmik Allah menciptakan Adam untuk menjadi khalifah di muka bumi. Ia diberi modal dua hal, yakni pengetahuan (al-asma’) dan kebebasan kehendak (amanah). Adam dicipta dari dua unsur: tanah dan ruh Allah. Jadi, manusia pada kodratnya mempunyai dua dimensi itu. Tanah atau lumpur merupakan simbol kenistaan dan kerendahan, sementara ruh Ilahi adalah simbol keluhuran, kesempurnaan. Itu merupakan sebuah simbol, bahwa manusia mempunyai dua dimensi atau unsur—tanah atau lumpur yang berarti manusia tatkala dalam serendah-rendahnya seperti sebuah lumpur yang “rendah”, jika dalam tingkat kulminasi maka akan mendekati kesempurnaan yakni ruh Ilahiah.
Revolusi
            Konsep Ali Shariati tentang kaum penguasa dan yang dikuasai dalam konsep Qabil dan Habil adalah suatu struktur sosial. Struktur sosial yang terjadi dalam pemikiran Shariati dimana kutub Habil harus kembali lagi dan itu suatu hal yang pasti kembali di kehidupan yang akan datang. Dimana dalam utopia Shariati, terciptanya tatanan sosial yang baik, tidak adanya kepemilikan sendiri, hidup harmonis tanpa ada istilah sikut mensikut. Dalam hal ini Shariati juga menyebutkan konsep rausyanfikr (orang-orang yang tercerahkan). Orang-orang yang tercerahkan disini dalam artian, orang yang mempunyai pengetahuan (das sollen) dan diimplementasikan (das sein). Dalam revolusi ini ada 3 variabel penting, pertama al-insan (manusia itu sendiri), kedua ideologi, ketiga rausyanfikr. Nah disini tugas rausyanfikr menyadarkan al-insan atau manusia tentang ideologi yang akan di-“usung”. Dalam artian menyelamatkan manusia dari tindakan penindasan-penindasan.

Agama/ Aliran Baru Konfusius




Agama/ Aliran Baru Konfusius

Oleh: Agus Mauluddin, Mahasiswa Sosiologi III (2012)


http://lh5.ggpht.com
Pada awalnya, Konfusius atau Khong Hu- Cu bukanlah sebuah agama. Ia hanyalah sebuah aliran filsafat yang berkembang di Cina. Namun, kultus individu terhadap pendirinya telah menggeret pengikutnya untuk melakukan penyembahan terhadap tokoh ini. Selama masa hidupnya Konfusius sama sekali tidak pernah mendakwahkan ajarannya sebagai sebuah agama. Sebaliknya, ajaran yang di bawa tokoh ini lebih bersifat sekuler karena hanya membatasi pada persoalan moral politik dan pribadi, serta akhlak dalam bertingkah laku. Secara tegas Konfusius menolak pengaitan ajarannya dengan persoalan ketuhanan.
Dalam filsafatnya ini, Konfusius sangat menjauhi perbincangan mengenai alam akhirat dan segala bentuk unsur metafisik. Dalam hal keyakinan, Konfusius sendiri menganut ajaran yang berkembang luas di sekitarnya. Yakni,mempercayai adanya kekuatan langit yang mengatur alam semesta. Semua fenomena yang terjadi di muka bumi adalah akibat dari pengaruh langit. Langit dapat murka, dan dapat pula bahagia. Mereka meyakini jika langit itu memiliki kesadaran dan kehidupan, bergerak dengan aturan yang rumit, pasti dan teratur. Langit memiliki kekuasaan yang mutlak terhadap alam semesta. Segala sesuatu yang terjadi di bumi adalah akibat pengaruh kekuatan langit. Langit yang berkesadaran memiliki kekuasaan untuk menentukan segalanya.
Tokoh
Konfusius adalah seorang Filsuf Cina, yang pengaruhnya sangat besar. Filsuf yang berpaham konservatif, yang memang seorang filsuf yang berbeda dengan filsuf lain, yang ajarannya ini sekitar duaribu tahun masih terasa, walaupun saat ini aliran konfusius dalam masa kegelapan.
Source:
Michael H. Hart, 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia

Teori Sosiologi Klasik 1


(Important Point)
Teori Sosiologi Klasik 1
Oleh: Agus Mauluddin, Mahasiswa Sosiologi III (2012) (copyright)




       1.      Auguste Comte (Prancis, 1798 >>>penghujung Revolusi Prancis (Akhir Rev Prance 1799)).
       Teori:
-          Hukum 3 tahap > Teologis (fiktif, mitos), Metafisis (abstrak, mitos ke ilmiah/transisi), Positivis (Ilmiah),
-          Sosial Statis (diam) dan Sosial Dinamis (gerak, berubah).
       2.      Herbert Spencer  (Inggris, 1820)
-          Teori Evolusi Masyarakat (Bahwa masyarakat itu berubah, yang awalnya satu individu, dua dan menjadi sebuah masyarakat)
-          Sosial Organik (masyarakat dianalogikan/ibarat tubuh manusia).
       3.      Emile Durkheim (Prancis, 1858)
-          Fakta sosial (faktor luar yang mempengaruhi prilaku)
-          Solidaritas Mekanik (homogen, pedesaan), Solidaritas Organik (heterogen, perkotaan)
-          Suicide (bunuh diri) : Anomi (luluhnya norma), Egoistik (egois), Altruis (kepentingan kelompok)
-          Teori konsensus (kesepakatan umum)
-          Struktur Fungsional (struktur yang mempunyai fungsi masing-masing)
       4.      Max Weber (German, 1864)
-          Teori Tindakan (manusia mempunyai hak untuk berkehendak)
-          Verstehen (Pengertian)
       5.      Karl Marx (German, 1818)
-          Konsep Kapitalis (kaum bermodal, kaya):Borjuis (kaum kaya), Proletar (kaum buruh)
-          Teori Struktural Konflik (Revolusi terhadap kapitalis (redaksi penulis) )
       6.      Ferdinan Tonnies (German, 1855)
-          Gemeinschaft (Paguyuban) >>> (Tradisional)
Triebwille : Perasaan
-          Gesselschaft (Patembayan) >>> (Modern)
Zweckwille: Pragmatisme, nilai guna, tujuan
Evolusi (Gemeinschaft ke Gesselschaft) bukan sebuah hal bagus. Alasannya: Pada hakikatnya manusia membutuhkan kasihsayang, tidak selamanya karena ada maksud nilai guna.

HMI dan PMII


Observasi
“Menyoroti Perpolitikan Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung”
Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Oleh: Agus Mauluddin, Mahasiswa Sosiologi IIIA (2012) (copyright)




Penulis mengamati geliat politik Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung (UIN SGD BDG), disini penulis lebih menitikberatkan pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Secara umum di UIN SGD BDG, terdapat dua Organisasi besar (mendominasi) yang bertendensi pada perpolitikan praktis, yakni Organisasi Mahasiswa HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Kedua organisasi besar ini begitu subur di UIN SGD BDG sehingga menuai berbagai tanggapan dari berbagai mahasiswa, terutama dari para mahasiswa “Netral” (tidak masuk Organisasi HMI maupun PMII) terlepas dari tanggapan yang positif maupun negatif. 
Stereotip yang berkembang, bahwa para mahasiswa yang berorganisasi tersebut hanya mumpuni dalam aspek retorika, konsep-konsep, dan mumpuni dalam “pemahaman di permukaan” an sich. Akan tetapi pada praktiknya nihil, dan ketika beretorika pun (dilihat esensi pembicaraannya) dalam pemahaman agama hanya bagus "dipermukaan". Dengan kearogansiannya mereka berkoar tentang agama, akan tetapi pada praktik agamanya  termasuk lalay (dalam peribadatan). Ada anggapan lain tentang itu, memang tidak semua mahasiswa yang berorganisasi tersebut seperti demikian. Tetapi memang yang nampak seperti demikian, jadi tidak salah juga yang mengatakan mahasiswa yang berorganisasi bertabiat seperti itu. 
Stereotip positif anggapan mahasiswa terhadap organisasi tersebut yakni bahwa dengan adanya organisasi tersebut berdampak positif karena mereka (HMI dan PMII) "membangunkan mahasiswa dari tidur nyenyak, dari nina bobo para birokrat yang haus akan kekuasaan". Dengan organisasi tersebut mahasiswa diajak masuk dalam dunia kritis dan selalu mempertanyakan setiap kebijakan yang dilontarkan para birokrat-birokrat.
Fokus penulis yakni pada organisasi mahasiswa HMI dan PMII yang berada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Penulis mengamati kedua organisasi tersebut begitu kentara di FISIP, dari mulai kalangan Mahasiswa hingga tataran birokrasi. Misalnya saja SEMA-FISIP (Senat Mahasiswa FISIP) atau BEM-F FISIP. Dalam pemilihan SEMA pun bergulir isu-isu politik, salah satunya perekrutan anggota KPRM (Komisi Pemilu Raya Mahasiswa) berdasarkan sistem primordialisme atau nepotisme. Dan saat berlangsungnya pemilihan ketua SEMA pun bisa dikatakan tidak dengan cara “damai”, karna kentara nuansa politiknya. Pasti tatkala satu organisasi/partai menduduki tampuk kekuasaan, disana pula oposisi siap “mengacaukan” event tersebut. Ketika perekrutan anggota SEMA pun tentunya tidak terlepas dari sistem primordialisme, pemimpin yang berada di singgasana kekuasaan tentunya akan merekrut anggota berdasarkan “partai” nya. Disana begitu kentara nuansa politik, walaupun ada jargon dari sang pemangku tampuk kekuasaan: Keorganisasian ini (SEMA-FISIP) terbentuk untuk kebersamaan mahasiswa FISIP juga, akan tetapi secara empirik penulis mengamati sistem primordialisme itu begitu tampak dan tetap ada.
Pada akhir, penulis menawarkan gambaran sistem yang ideal yakni terhapusnya paradigma yang berkembang di kalangan mahasiswa (Organisasi yang berbasis kepentingan politik praktis), agar tidak ada lagi sistem primordialisme dan tetap mementingkan institusi daripada kepentingan golongan pribadi.[]

Rujukan: https://www2.facebook.com/permalink.php?story_fbid=522872431080096&id=185572468143429

Selasa, 19 Juni 2012

Perang Dunia dan Revolusi-revolusi di Dunia


Perang Dunia I (1914-1918)
Latar Belakang

1.  Pembunuhan pangeran Austria Franz Ferdinand oleh kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo
2.      Persaingan merebut daerah sumber bahan baku, penanaman modal dan daerah pemasaran
3.      Munculnya persekutuan/blok persaingan antara Negara-negara Eropa

Pihak-pihak yang terlibat
Blok Sentral: Jerman, Turki, Bulgaria, Austria-Hongaria
Blok Sekutu: Prancis, Rusia, Inggris, Italia, Amerika Serikat, Serbia, Belgia, Rumania, Yunani, Portugal, Jepang, Kanada, Selandia Baru, Australia, Arab dll ( Semua berjumlah 23 Negara)
Akhir Perang
Kekalahan Jerman di Front Barat, Jerman menghadapi serangan dua kali, yaitu dari pihak sekutu dan pemberontakan dari kaum komunis.
Mengadakan perjanjian-perjanjian baik Negara yang kalah maupun Negara yang menang
-          Perjanjian Versailles
-          Perjanjian St Germain
-          Perjanjian Neuilly
-          Perjanjian Trianon
-          Perjanjian Sevres



Perang Dunia II (1939-1945)
Latar Belakang
1.    Kegagalan LBB dalam menjalankan tugasnya
2.    Munculnya politik alinasi (Politik mencari kawan)
3.    Kekacauan dalam bidang ekonomi
4.    Munculnya paham ultranasionalisme
5.    Jerman tidak mengakui lagi perjanjian Versailles

Selain itu adanya sebab-sebab umum timbulnya Perang Dunia II
Hitler menjawab dengan mengadakan perjanjian Jerman Rusia (23 Agustus 1939) yaitu perjanjian non-agresi dimana kedua Negara tidak akan saling menyerang. Pada tanggal 1 September 1939 Jerman menyerang polandia dan meletusnya perang dunia II
Selanjutnya tanggal 3 September 1939 Inggris dan Prancis mengumumkan perang kepada Jerman.
Akhir Perang
Perang berakhir dengan sekutu mendaratkan pasukan di pantai normandia, 6 Juni 1944, Jerman menyerah pada sekutu pada bulan Mei 1945 setelah kematian Hitler.
Semua Negara berdamai.

Perang Dingin (1947-1991)
Perang dingin adalah sebutan bagi sebuah periode dimana terjadi konflik, ketegangan kompetisi antara Amerika Serikat (Berserta sekutunya Blok Barat) dan Uni Soviet (Beserta sekutunya Blok Timur). Persaingan diberbagai bidang Ideologi, Militer, Industri, Pengenbangan Teknologi, Pertahanan, Perlombaan Nuklir dan Persenjataan dll.
Dalam hal Ideologi, Amerika dengan Demokrasi Liberalnya dan Unisoviet dengan Sosialis Komunisnya yang pada akhirnya Amerika lah yang keluar dengan Ideologi Demokrasi Liberalnya dan menjadikan ideologi ini berkembang pesat dan maju di Amerika Serikat dan popular bagi Negara-negara lain. Karena kemenanngannya ini, menjadikan Amerika Serikat menjadi Negara yang maju di hampir segala bidang dan menjadi Negara adikuasa, Negara Super Powernya Dunia.







Image: www.google.com

Revolusi Industri (1750-1850)
Sistem pertanian berubah menjadi industri. Tenaga Hewan dan manusia digantikan oleh mesin. Salah satu pemicu terjadinya revolusi industri diawali tatkala James Watt (tahun 1769) menemukan mesin uap.

Revolusi Prancis (1789-1799)
Sosial Radikal/ sayap kiri meruntuhkan monarki absolut dengan mengusung kebebasan, persamaan dan persaudaraan. Penyebab revolusi prancis (dalam bahasa Marx) karena adanya kesenjangan sosial.
Pada tahun 1789 Majelis Nasional menghapuskan Feodalisme.

Revolusi Amerika (1775-1783)  
Perang kerajaan Britania Raya dengan Amerika.

Revolusi Rusia (1917)
Menggulingkan diktator Rusia. Salah satunya oleh Partai Bolsepik Lenin.   

Sabtu, 31 Maret 2012

SOSIOLOGI


SOSIOLOGI
a.    Pengertian
                 Sosiologi berasal dari dua kata latin yaitu socius yang berarti kawan, teman, masyarakat sedangkan logos adalah ilmu. Jadi secara harfiah sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat. Berdasar pada yang dikatakan oleh Bapak Sosiologi Barat Auguste Comte dalam bukunya “Course of De Philosophie Positive”. Ada pendapat lain tentang sosiologi secara etimologi yaitu beerasal dari kata yang sama socius yang berarti kawan,teman dan logos berarti ilmu pengetahuan, akan tetapi ada perbedaan dalam mengharfiahkannya, bahwa sosiologi yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan “socius” dengan “socius” atau hubungan antara teman dengan teman. Sebenarnya menurut penulis bahwa antara kedua pengertian yang berbeda tersebut mempunyai esensi yang sama bahwa sosiologi mempelajari Masyarakat dan hubungan-hubungan yang melikupinya. Jika kita cermati secara seksama pernyataan yang kedua tentang sosiologi mempelajari hubungan antar socius dengan socius disitu mulai memdekati pada pengertian masyarakat itu sendiri yang dimana di dalam masyarakat itu adanya hubungan yang sering disebut interaksi. Sudah jelas dan ditegaskan kembali bahwa sosiologi Ilmu yang mempelajari Masyarakat dan hubungan-hubungan yang melikupinya.
b.    Sejarah
Sosiologi adalah “Ilmu Masyarakat” yang merupakan pengetahuan tentang masyarakat yang dipelajari secara ilmiah. Untuk menganalisa berbagai peristiwa sisial secara ilmiah, adalah sifat dari sosiologi.
Istilah sosiologi diungkapkan pertama kalinya hampir 150 tahun yang lalu oleh Auguste Comte (1798-1857). Seorang Filosof kebangsaan Prancis comte menguraikan beberapa pendekatan umum untuk mempelajari masyarakat dalam bukunya yang pernah penulis sebutkan diatas yaitu Course of De Philosophie Positive yang ditulis pada tahun 1830-1842. Bagi comte, sosiologi merupakan ilmu pengetahuan kemasyarakatan umum yang didasarkan dan di bentuk berdasarkan observasi dan tidak secara spekulasi-spekulasi perihal keadaan masyarakat atau dalam artian memandang masyarakat secara objektip.
Pemikiran tentang masyarakat sudah ada sejak zaman kuno, misalnya plato sudah memikirkan tentang Negara, sebagai organisasi kehidupan bersama manusia dalam suatu sistem. Dalam karyanya “Republic” ia menciptakan bagaimana Negara bisa diatur dengan sebaik baiknya, sehingga tercapainya kesejahteraan dan jaminan dalam arti seluas-luasnya. Pengetahuan tentang masyarakat pada zaman itu banyak bersifat khayalan, spekulatif dan tanpa dukungan penyelidikan yang seksama.
Berbicara tentang masyarakat sebenarnya telah dikemukakan oleh Ibnu Khaldun (1332-1406) lima abad sebelum Auguste Comte. Menurut Ibnu Khaldun dalam bukunya “Muqadimah” jilid pertama dari kitab “Al Ibar” atau “Sejarah Alam Semesta” hasil yang karyanya besar tahun 779 H atau 1377 M.
Herbert Spencer (1829-1903) Filosof inggris mengembangkan sistematka penelitian masyarakat dalam bukunya “Principles of Sociology” yang sebelumnya berjudul “The Study of  Sociology” (1873), maka istihah sosiologi menjadi popular. Sosiologi berkembang dengan pesat dalam abad XX di benua Eropa dan Amerika dan menyebar ke berbagai benua dan Negara-negara lain termasuk Indonesia.
Sejak awal masehi hingga abad ke-19, Eropa dapat dikatakan menjadi pusat tumbuhnya peradaban dunia, para ilmuwan ketika itu mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Para ilmuwan itu kemudian berupaya mebangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia.

Sejarah Secara Kronologis
            Pada Zaman Keemasan Filsafat Yunani >>>  Plato (429-347 SM) berhasil menemukan teori organis tentang masyarakat yang mencakup kehidupan sosial dan ekonomi. Plato menganggap bahwa institusi-institusi dalam masyarakat saling bergantung secara fungsional. Kalau ada suatu institusi yang tidak jalan maka secara keseluruhan kehidupan masyarakat akan terganggu.
Aristoteles (384-322 SM) menganggap bahwa masyarakat adalah organisme hidup dengan basis kehidupannya adalah moral (yang baik).
Pada masa ini kaum agamawan yang paling berkuasa sehingga kehidupan sosial lebih diwarnai oleh keputusan-keputusan kaum agamawan yang berkuasa.
Pada Zaman Renaissance (1200-1600 M)>>> Machiaveli adalah orang yang pertama memisahkan antara politik dan moral sehingga terjadi suatu pendekatan yang mekanis terahadap masyarakat. Masa ini pengaruh kaum agamawan mulai memperoleh tantangan.
Pada Abad Pencerahan (Abad ke-16 & 17)>>>  Thomas Hobbes (1588-1679) diilhami aleh hukum alam, fisika dan matematika. Pada masa ini pengaruh agama mulai ditinggalkan dan digantikan oleh pandangan-pandangan yang bersifat hukum sebagai kodarat keduniawiannya. Pada masa ini adanya yang disebut kontrak sosial yaitu dimana terdapat kesepakatan-kesepakatan yang mengatur antar kelompok. Terjadinya kontrak sosial pada masa iti disebabkan adanya interaksi yang chaos karena saling mencurigai  dan saling bersaing untuk memperebutkan sumberdaya alam dan manusia yang ada.
Pada Abad ke-18>>> John Lock (1632-1704) yang dianggap sebaagai bapak HAM (Hak Asasi Manusia). Dia berpandangan bahwa pada dasarnya setiap manusia mempunyai hak-hak dasar yang sangat pribadi yang tidak dapat dirampas oleh siapapun termasuk oleh Negara (Seperti hak hidup, hak berpikir dan berbicara, berserikat dan lain-lain).
JJ,Rosseau (1712-1778 M) yang masih berpegang pada ide kontrak sosialnya Hobbes. Dia berpandangan bahwa kontrak antara pemerintah (Negara) dengan yang diperintah (Rakyat) menyebabkan munculnya suatu kolektifitas yang mempunyai keinginan-keinginan tersendiri yang kenudian menjadi keinginan umum. Keinginan umum inilah yang harusnya menjadi dasar pemyusunan kontrak sosial antara Negara dengan rakyat.
Pada Abad ke-19>>> Mulai berkembangnya sosiologi, terutama sesudah Auguste Comte (1798-1853 M) memperkenalkan istilah sosiologi, sebagai usaha untuk menjawab adanya perkembangan interaksi sosial dalam masa industrialisasi. Dalam pengembangan ilmunya masih menggunakan metode-metode ilmu yang lain (ilmu ekonomi misalnya).
Pada Abad ke-20>>> Sosiologi dapat benar-benar dianggap mandiri karena:
a.       Mempunyai objek khusus yaitu interaksi antar manusia
b.      Mampu mengembangkan teori-teori sosiologi
c.   Mampu mengembangkan metode khusus sosiologi untuk mengembangkan sosiologi
d.   Sosiologi menjadi sangat relevan dengan semakin banyaknya kegagalan pembangunan karena tidak mendasarkan dan memperhatikan masukan dari sosiologi.

c.    Ruang Lingkup
                Sebenarnya kalau ditanya apa ruang lingkup sosiolog? Tentunya harus memahami apa itu pengertian ruang lingkup? Ruang lingkup adalah cakupan atau dalam ruang lingkup sosiologi adalah apa yang diteliti atau dipelajari sosiologi. Ada beberapa pandangan tentang ruang lingkup sosiologi, yaitu diantaranya bahwa ruanglingkup sosiologi diantaranya Madzhab-madzhab dalam sosiologi seperti Madzhab Geografi dan lingkungan, Madzhab Organis dan evolusioner, Madzhab Formal, Madzhab Psikologi, Madzhab Ekonomi, Madzhab Hukum. Madzhab-madzhab itu termasuknya Sosiologi Modern. Karena pandangan yang pertama yang menyatakan ruang lingkup sosiologi adalah Sosiologi Modern yaitu madzhab-madzhab tadi.
   Pandangan lain tentang ruang lingkup sosiologi yaitu bahwa ruang lingkup sosiologi atau apa yang diteliti atau dipelajari sosiologi adalah kaitananya dengan struktur sosial, pola prilaku kelompok manusia, situasi sosial.
   Penulis perpandangan sebenarnya antara pandangan pertama dan kedua mempunyai esensi yang sama, walaupun dalam penyampaiannya berbeda. Ruang lingkup Sosiologi yaitu diantaranya struktur sosial, pola prilaku kelompok, situasi sosial dll. Pada pandangan pertama pun secara esensi dalam madzhab Geografi dan lingkungan bahwa adanya pola prilaku sosial, begitu juga dengan madzhab lainnya sama-sama saja.

d.      Objek Kajian
Jika ditanya apa Objek Kajian atau apa yang di kaji di Sosiologi itu? Jelas bahwa objek kajiannya adalah MASYARAKAT yang didalamnya ada interaksi, struktur, pola prilakul, dinamika dll. Tambahannya karena kalau merujuk pada pengertian Sosiologi juga bahwa sosiologi itu Ilmu yang mempelajari masyarakat. Jadi sangat jelas bahwa Objek Kajian Sosiologi adalah Masyarakat yang didalamnya seperti yang sudah diatas diutarakan yaitu adanya interaksi, struktur, pola prilakul, dinamika dll.


Penulis: Agus mauluddin [copyright]

Rabu, 28 Maret 2012

KARL MARX

KARL MARX
(Interpretasi lain tentang Marx)

Karl Marx adalah seorang filsuf, pakar Ekonomi Politik dan Teori Kemasyarakatan (lahir di Trier, Jerman, 5 Mei 1818 – meninggal di London, 14 Maret 1883 pada umur 64 tahun). Marx menulis tentang banyak hal semasa hidupnya, tapi yang paling terkenal atas analisisnya terhadap sejarah, terutama mengenai pertentangan kelas.

Pada Masa Marx terjadinya kelas-kelas sosial, stratifikasi sosial atau pembeda-bedaan kelas sosial. Kaum Menengah keatas atau disebut kaum borjuis, kaum menengah ke bawah atau disebut kaum proletar.

Dalam bukunya Das Kapital yang isinya membicarakan aspek ekonomi, dimana Marx sangat menentang Kapitalis. Apa itu kapitalis? Secara arti sederhana kapitalis itu "dimana buruh harus mempertuhankan majikannya". Kaum Kapital adalah kaum pemegang modal. Secara teoretis bahwa disana mengenal istilah hukum rimba. Dimana yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin, yang kuat yang bisa bertahan hidup. Kaum borjuis semena-mena menindas kaum proletar.

Marx sangat membela orang-orang proletar, dia tidak ingin kaum-kaum borjuis selalu menindas orang-orang proletar. Yang sering orang menyebut Marx sebagia Sosialis atau komunis.

Kebencian Marx terhadap kaum Kapitalis, sehingga dia berkeinginan “Segala kekuatan yang menindas kekuatan lain dibawahnya harus dihapuskan”. Dari pernyataan Marx itu yang fundamental di tafsirkan oleh Agamawan, ilmuwan sebagai suatu yang dikatakan komunis, atheis dan dalam konsep islam disebut kafir. Kenapa? Karena banyak Agamawan, ilmuwan berpikir bahwa “TUHAN” adalah kekuatan yang agung dan diatas kekuatan lainnya. Jelas, disana Marx tidak meyakini akan kekuatan Tuhan itu diatas kekuatan lainnya.

Bung Hatta berpesan : “Jangan jadikan teori Karl Marx sebagai doktrin, melainkan jadikanlah itu sebagai cara berpikir kritis tentang bagaimana negara-negara luar dalam berekonomi. Jika ada yang menanyakan apa hubungannya Bung Hatta dengan Karl Marx? Jelas ada, karena Bung Hatta adalah bapak Koperasi Indonesia, yang pastinya ada hubungan dengan ekonomi. Juga Marx itu sendiri dalam beberapa karyanya menjelaskan tentang eknomi, seperti dalam bukunya Das Kapital.

Penulis mengkritisi tentang Karl Marx bahwa kita bisa mengambil sisi positifnya dari tokoh Marx. Misalnya Pro terhadap orang-orang yang tingkat ekonominya menengah kebawah. Secara tidak langsung Marx mengajarkan kepada kita tentang hal itu. Tapi di sisi lain dari perspektif Agama, khususnya Islam yang kita adalah umat beragama. Dalam pandangan Marx yang tidak meyakini akan adanya kekuatan diatas kekuatanlain tidak boleh kita adopsi. Jadikanlah segala hal yang positif  menjadi sebuah ilmu. 


Penulis: Agus mauluddin [copyright]